Senin, 19 Maret 2012

UTP, STP, ScTP, Perintah-perinta yang ada di masing-masing layer


1.   UTP (Unshielded Twisted Pair)
UTP.gif
Kabel “Unshielded twisted pair” (UTP) digunakan untuk LAN dan sistem telepon. Kabel UTP terdiri dari empat pasang warna konduktor tembaga yang setiap pasangnya berpilin. Pembungkus kabel memproteksi dan menyediakan jalur bagi tiap pasang kawat. Kabel UTP terhubung ke perangkat melalui konektor modular 8 pin yang disebut konektor RJ-45. Semua protokol LAN dapat beroperasi melalui kabel UTP. Kebanyakan perangkat LAN dilengkapi dengan RJ-45.
Kategori UTP
Terdapat 5 kategori (level) untuk kabel UTP. Kategori ini mendukung sinyal suara berkecepatan rendah (low-speed voice) dan sinyal LAN berkecepatan tinggi. Kategori 5 UTP direkomendasikan sebagai kategori minimum untuk instalasi LAN dan cocok untuk topologi star. Tabel berikut menunjukkan masing-masing kategori :
Kategori
Performansi (MHz)
Penggunaan
Cat 1
1
Voice, Mainframe, Dumb Terminal
Cat 2
4
4 MB Token Ring
Cat 3
10
10MB Ethernet
Cat 4
20
16 MB Token Ring
Cat 5
100
100 MB Ethernet
2.   STP (Shielded Twisted Pair)
STP.gif
“Shielded twisted pair” adalah jenis kabel telepon yang digunakan dalam beberapa bisnis instalasi. Terdapat pembungkus tambahan untuk tiap pasangan kabel (”twisted pair”).Kabel STP juga digunakan untuk jaringan Data, digunakan pada jaringan Token-Ring IBM. Pembungkusnya dapat memberikan proteksi yang lebih baik terhadap interferensi EMI.
Kelemahan kabel STP
Kabel STP mempunyai beberapa kelemahan :
  • Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi.
  • Pada frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat mengkompensasi timbulnya “crosstalk” dan sinyal “noise”.
  • Harganya cukup mahal.
3.   ScTP (Screened Twisted Pair)
ScTP merupakan penggabungan teknologi UTP dan STP. ScTP memuat 4 pasang kabel 100 ohm. Kabel tersebut dilindungi lapisan foil dan kabel penguat. ScTP juga disebut foil-twisted pair (FTP) karena penggunaan lapisan foil ini.


4.   Perintah-perinta yang ada di masing-masing layer




Layer Protokol
Sistem Operasi Command Troubleshooting
Linux
MS Windows


Network
-     lspci
-     mii-tool
-     dmesg | grep eth
-     arp
-     ipconfig
-     winipcfg
-     arp



Internet

Protocol
-     ifconfig
-     route
-     ping
-     traceroute
-     netconfig
-     pathping

-     ipconfig
-     ping
-     route
-     tracert
-     pathping
Transport
-     netstat
-     netstat

Application
-     web browser
-     im client
-     mail client
-     web browser
-     im client
-     mail client











a.       Lspci pada linux = ipconfig pada windows

1.ipconfig.png1.png
















b.      mii-tool pada linux = win ipcfg pada windows
2.png2.winipcfg.png







c.       dmesg | grep eth pada linux = arp pada windows
3.png3.4.arp.png





Kamis, 15 Maret 2012

postgressql I


Resume  Aplikasi DBMS


Menggunakan Console Postgresql                                                                                            
1.       Login console postgresql
Sebelum login, aktifkan dulu direktori POSTGRESQL ter-install. Pada praktikum kali ini, direktori yang diaktifkan adalah C:\Program Files\PostgreSQL\9.1\bin menggunakan perintah “cd” (change directory) pada command Prompt.
Kemudian tulis perintah untuk login sebagai berikut:
psql -h localhost –U postgres, kemudian masukkan password.

C:Program Files\PostgresSQL\9.1\bin>psql-localhost-U postgres
Pasword for user postgres:

Dalam hal ini, parameter yang dapat digunakan pada syntax login postgreSQL adalah :
a.       –h   : untuk menentukan host server postgreSQL berada, localhost berarti menunjukkan
  postgreSQL berada pada komputer lokal. Jika kita ingin mengakses postgreSQL yang
  berada di computer lain, maka kita tinggal menuliskan IP Address computer yang dituju
  di belakang parameter -h
b.      –U  : untuk menunjukkan user postgreSQL yang akan digunakan. Penulisan parameter -U
harus menggunakan huruf kapital. Pada praktikum kali ini user yang digunakan adalah postgres

Jika Login Sukses maka kita sudah masuk dalam PostgreSQL. Tampilannya adalah sebagai berikut:
C:\Program Files\PostgreSQL\9.1\bin>psql -h localhost -U postgres
Password for user postgres:
psql (9.1.1)
WARNING: Console code page (850) differs from Windows code page (1252)
8-bit characters might not work correctly. See psql reference
           page "Notes for Windows users" for details.
Type "help" for help.
postgres=#


2.       Membuat Database Baru
Perintah untuk membuat database baru adalah berikut :
createdb -h [host] -U [user] [nama database baru]
Contoh :

C:\Program Files\PostgreSQL\9.1\bin>createdb -h localhost -U postgres penggajian
Password:

Contoh diatas adalah perintah untuk membuat database “penggajian”  pada localhost dengan user postgres. Masukkan password dan database baru akan tercipta.

3.       Mengaktifkan Database
Untuk mengaktifkan database menggunakan perintah
\c [nama database]
Contoh perintah untuk mengaktifkan database penggajian.
postgres=# \c penggajian
WARNING: Console code page (850) differs from Windows code page (1252)
8-bit characters might not work correctly. See psql reference
     page "Notes for Windows users" for details.
You are now connected to database "penggajian" as user "postgres".
penggajian=#
\dt
4.       Menampilkan Tabel
Untuk menampilkan tabel yang ada dalam suatu database, dapat dilakukan dengan menggunakan perintah :


5.       Membuat Tabel Baru
Membuat tabel baru menggunakan perintah
create table [nama tabel]([struktur tabel]);
Contoh perintah untuk membuat tabel jabatan:
penggajian=# create table jabatan(
penggajian(# idjabatan integer primary key,
penggajian(# namajabatan varchar(30),
penggajian(# besartunjangan bigint
penggajian(# );
NOTICE:  CREATE TABLE / PRIMARY KEY will create implicit index "jabatan_pkey" fo
r table "jabatan"
CREATE TABLE
create table [nama tabel]([struktur tabel] );
penggajian(# idjabatan integer primary key,
penggajian(# namajabatan varchar(30),
penggajian(# besartunjangan bigint
penggajian(# );
NOTICE:  CREATE TABLE / PRIMARY KEY will create implicit index "jabatan_pkey" fo
r table "jabatan"
CREATE TABLE
penggajian(# idjabatan integer primary key,
penggajian(# namajabatan varchar(30),
penggajian(# besartunjangan bigint
penggajian(# );
NOTICE:  CREATE TABLE / PRIMARY KEY will create implicit index "jabatan_pkey" fo
r table "jabatan"
CREATE TABLE

6.       Menampilkan Struktur Tabel
Menampilkan struktur tabel dilakukan menggunakan perintah:
\d [nama tabel];



Perintah untuk menampilkan struktur tabel jabatan sebagai berikut:
penggajian=# \d jabatan
                 Table "public.jabatan"
        Column     |         Type          | Modifiers
----------------+-----------------------+-----------
 idjabatan      | integer               | not null
 namajabatan    | character varying(30) |
     besartunjangan | bigint                |
Indexes:              
    "jabatan_pkey" PRIMARY KEY, btree (idjabatan)


Ketika ditampilkan daftar tabel yang ada hasilnya adalah sebagai berikut:

penggajian=# \dt
          List of relations
     Schema |  Name   | Type  |  Owner
--------+---------+-------+----------
 public | jabatan | table | postgres
(1 row)






Dari data diatas dapat diketahui bahwa dalam database penggajian sudah ada 1 tabel yaitu jabatan.




7.       Menambahkan Field Baru
Ketika suatu tabel sudah dibuat dan ternyata masih ada field/column yang belum dimasukkan dalam struktur tabel, maka kita dapat melakukan penambahan field baru dengan menggunakan perintah di bawah ini:
penggajian=# ALTER TABLE [nama tabel] ADD COLUMN [field baru] [typedata];
Contoh untuk menambahkan column idjabatan pada tabel pegawai :
penggajian=# ALTER TABLE pegawai ADD COLUMN idjabatan varchar(10);
ALTER TABLE


8.       Menghapus Field
Untuk menghapus field dapat menggunakan perintah berikut :
penggajian=# ALTER TABLE pegawai DROP COLUMN idjabatan;
ALTER TABLE



9.       Menambahkan Relationship Dengan Foreign Key
Untuk menambahkan relationship dengan foreign key dapat dilakukan dengan perintah berikut :
penggajian=# ALTER TABLE pegawai ADD FOREIGN KEY(idjabatan) references jabatan;
ALTER TABLE